Rabu, 02 Juli 2014

Inbetween

    Inbetween adalah gambar-gambar di antara 2 gambar pose yang menjadi kunci gerakan dalam pembuatan animasi.


     Untuk mudahnya lihat gambar di atas. Gambar berwarna merah menunjukkan pose kunci untuk gerakan melompat. Gambar-gambar berwarna biru yang terletak di antara kedua gambar berwarna merah adalah inbetween nya.

          Dalam 1 detik animasi terdapat 12 - 30 gambar tergantung media yang digunakan untuk menayangkan animasi. Karena itu seorang animator harus siap membuat paling tidak 12 gambar untuk tiap detik animasi. Dan selanjutnya menjadi 720 gambar untuk tiap menit animasi lalu menjadi 43.200 gambar untuk tiap jam animasi!! Ini pun untuk kualitas paling rendah. Untuk kualitas paling halus perlu 30 gambar tiap detik animasi sehingga menjadi 1800 gambar tiap menit animasi selanjutnya 108000 gambar dalam 1 jam animasi!!!

    Oke, kita ambil posisi di awal masa perkembangan animasi. Film yang ditayangkan dengan format cinema ( ditayangkan di gedung bioskop ) memerlukan 24 gambar untuk ditayangkan tiap detik. Jadi dalam 1 menit ada 1440 gambar yang harus ditayangkan. Untuk animasi selama 10 menit berarti seorang animator harus membuat 14400 gambar!!

    Jika seorang animator harus menyiapkan 14400 gambar, berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat animasi selama 10 menit? Kalau sehari hanya bisa selesai 1 gambar berarti pembuatan animasi dengan waktu tayang 10 menit memerlukan 14400 hari untuk menyelesaikannya! Sekitar 40 tahun untuk membuat animasi 10 menit!!

   Dari perhitungan ini bisa dipahami bahwa seorang animator harus bisa membuat gambar secepat mungkin agar dalam sehari bisa menyelesaikan paling tidak 2400 gambar sehari! Dan keadaan ini benar-benar terjadi di masa awal perkembangan animasi. Seorang animator harus membuat ribuan gambar sehari agar bisa mengejar tenggat waktu 10 menit animasi tiap minggu.

    Sekitar tahun 1920 Dick Huemer yang bekerja di studio Fleischer di panggil Max dan Dave Fleischer, sang pendiri studio. Mereka mengagumi animasi karya Dick Huemer. Namun karena banyaknya pesanan, mereka minta agar Dick bisa bekerja lebih cepat lagi sehingga bisa membuat lebih banyak animasi.

   Menanggapi permintaan itu Dick meminta agar dia mendapat asisten untuk membantu membuat gambar animasi. Dengan memusatkan perhatian pada gambar pose-pose utama gerakan sedangkan gambar-gambar di antara kedua pose digambar oleh asisten, Dick memastikan kerjanya akan lebih cepat.

   Inbetween - di antara 2 gambar. Itu adalah istilah biasa. Dan orang yang membuatnya oleh Dick disebut Inbetweener. Sebuah istilah sederhana dari bahasa sehari-hari yang sangat jelas maksud dan tujuannya. Setelah melalui beberapa proses penyesuaian, Max dan Dave Fleischer menyetujui permintaan Dick. Dan lahirlah profesi membuat gambar di antara 2 gambar pose utama animasi. Dick Huemer adalah pencetus kemunculan Inbetween dan Inbetweener!

 Nanti kita akan bahas detil dari inbetween. Stay tuned!!

Selasa, 01 Juli 2014

Masa-masa Awal Perkembangan Animasi (Bagian kedua)

   Setelah karya - karya Winsor McCay, muncul beberapa nama lain yang mempengaruhi sejarah masa awal perkembangan animasi.

     Raoul Barre adalah animator Kanada yang menciptakan cara memastikan tiap-tiap gambar animasi pasti tumpang tindih dengan tepat. Cara yang digunakan adalah dengan membuat lubang di sisi atas atau bawah kertas yang akan digambari. Dengan menancapkan kertas pada paku atau jepitan melalui lubang tersebut, bisa dipastikan gambar tepat tumpang tindih satu dengan yang lain. Lubang ini disebut "registration hole".


     Selain itu Barre juga mulai menerapkan pemisahan gambar latar belakang dengan gambar bagian-bagian yang bergerak. Tujuannya adalah agar animator tidak usah mengulang membuat seluruh gambar animasi. Cara yang digunakan oleh Raoul Barre adalah membuat seluruh gambar latar belakang diam pada selembar kertas, lalu bagian-bagian yang bergerak digambar pada kertas lain dan dipotong dengan hati-hati pada sepanjang tepinya. Pada saat pemotretan gambar latar belakang tidak diganti. Hanya gambar karakter bergerak yang diganti-ganti. Raoul Barre juga merupakan salah seorang animator yang membuat Felix the Cat yang sangat terkenal itu.

     Setelah Raoul Barre ada juga John Randolph Bray. JR Bray menciptakan tokoh Thomas Cat. Dalam teknologi pembuatan animasi JR Bray mulai menggunakan lembaran celuloid bening (transparan) untuk membuat gambar latar belakang yang kemudian ditimpakan di atas gambar bagian-bagian yang bergerak. Mungkin cara ini terasa aneh bagi kita. Kebiasaan kita adalah membuat gambar latar belakang di kertas dan ditempatkan di lapisan paling belakang  dari lapisan celuloid berisi gambar bagian-bagian yang bergerak. Namun pada saat itu mereka masih mencari-cari cara yang lebih mudah untuk membuat animasi. Jadi cara ini yang didapat dari coba-coba tahap pertama bisa dikatakan sebagai penemuan.

    Earl Hurd dikemudian hari menyempurnakan teknik JR Bray dengan membalik proses pembuatan gambar. Gambar latar belakang dibuat di kertas dan ditempatkan di bagian paling belakang. Lalu bagian-bagian yang bergerak digambar pada lembaran celuloid dan diletakkan lapisan demi lapisan di atas gambar latar belakang. Teknologi ini disebut sebagai "cel system" dan masih terus digunakan hingga sekarang.

Sampai keramu lagi!!

    

Senin, 30 Juni 2014

Masa-Masa Awal Perkembangan Animasi (bagian pertama)

   Lama tidak ketemu... banyak kesibukan nih haha.. Kita lanjut ngobrol perkembangan animasi. Kali ini masa-masa awal perkembangan animasi.

      Setelah tahun 1908, animasi berkembang demikian cepat. Teknologi pembuatan animasi juga ikut berkembang. Dalam waktu yang amat singkat, muncul demikian banyak teknologi baru untuk membuat animasi.

   Di antara tokoh awal perkembangan animasi ada Winsor McCay, seorang kartunis. Ketika suatu hari melihat flip book yang dibeli oleh putranya, dia terinspirasi dan berganti profesi menjadi animator. Animasi pertamanya adalah versi bergerak dari komik karyanya yang berjudul "Little Nemo". Film ini dirilis pada tahun 1911. Sebagai film animasi, "Little Nemo" dicatat dalam sejarah kerena menggunakan lebih dari 4000 gambar. Lebih panjang dari Humorous Phases of Funny Faces (HPoFF).

Little Nemo karya Winsor McCay

   Selanjutnya pada tahun 1914 Winsor McCay kembali membuat kejutan dengan menampilkan keajaiban interaksi antara manusia hidup dan animasi gambar tangan. "Gertie the Trained Dinosaur" menjadi film pertama yang menampilkan spesial efek (S/FX) berupa interaksi antara Winsor McCay yang merupakan manusia dengan Gertie yang berupa gambar kartun bergerak. Film ini diakhiri dengan perubahan wujud Winsor McCay dari manusia menjadi animasi gambar tangan ketika di akhir film dia berjalan memasuki dunia kartun.

Gertie the Trained Dinosaur

   Dan puncaknya adalah ketika di tahun 1918 Winsor McCay kembali mempersembahkan karyanya berjudul "The Sinking of Lusitania". Film ini merupakan film semi dokumenter, semacam ulasan bergaya National Geographic atau BBC di masa kini. Sebagai film animasi "the Sinking of Lusitania" tidak bisa dikategorikan sebagai tayangan untuk anak-anak. Film ini lebih berupa propaganda perang anti NAZI. Film ini dicatat dalam sejarah animasi karena untuk pertama kalinya ada film animasi yang dibuat dengan menggunakan lebih dari 25.000 (25 ribu) gambar! The Sinkin of Lusitania menjadi film animasi panjang pertama di dunia!

the Sinking of Lusitania

   Wew.... cukup banyak yang kita saksikan kali ini... kita lanjutkan lagi nanti... Stay Tuned!!

Rabu, 18 Juni 2014

Sang Penyihir Di Layar Lebar

   Di masa awal pertunjukan gambar bergerak dan foto bergerak, adalah seorang ilusionis bernama Georges Melies. Setelah menyaksikan pertunjukan Lumiere bersaudara, dia demikian terpesona dengan foto bergerak yang ditampilkan. Akhirnya dia meninggalkan panggung sulap dan melakukan penelitian mengenai gambar bergerak. Seumur hidupnya Melies dicatat telah membuat sekitar 531 karya film.

   Suatu kejadian pada tahun 1896 mengubah masa depan perfileman. Ketika itu Melies sedang melakukan pengambilan gambar di sekitar museum Louvre, Paris. Karena kemampuan kamera pada masa itu (Melies menggunakan kamera buatan sendiri), terjadi kecelakaan. Film yang sedang digunakan untuk merekam tiba-tiba macet. Pada masa kini pun hal seperti itu juga bisa terjadi, apalagi pada masa itu.

    Untuk memperbaiki film yang macet diperlukan waktu sekitar 1 - 2 menit. Film dikeluarkan, dipotong lalu disambung kembali. Proses biasa.

   Yang menjadi luar biasa adalah ketika film selesai dicuci dan hasilnya ditayangkan. Melies terkejut ketika tiba-tiba mendapati munculnya adegan seorang pria yang sedang berjalan tiba-tiba berubah menjadi seorang wanita. Juga kereta yang ditarik sapi berubah menjadi bis.

   Heran dengan kejadian itu, Melies menyelidiki penyebabnya. Ternyata hal itu disebabkan oleh penyambungan film pada saat terjadi kemacetan. Dengan segera Melies menyadari suatu kemungkinan baru yang bisa dilakukan dengan menggunakan media film.

   Segera Melies menerapkan penemuannya untuk membuat sebuah film yang menampilkan seorang wanita yang berubah menjadi kupu-kupu. Dia menyebut teknik tersebut sebagai Stop Motion atau Stop Action.

  Karya terkenal Melies adalah "a Trip to the Moon" (1902). Sebuah film yang menceritakan perjalanan ke bulan. 


a trip to the moon

    Teknik Stop Motion menjadi dasar pembuatan efek khusus di film. Teknik ini juga menjadi awal pembuatan film animasi generasi baru : Animasi 3 dimensional.

 Nanti kita akan membahas panjang lebar mengenai animasi 3 dimensional. Sampai jumpa!

    

Sabtu, 14 Juni 2014

Flip Book

  Di sekitar tahun 1868 terbit sebuah buku yang unik. Buku ini diterbitkan oleh John Barnes Linnett dengan nama kineograph (yunani kineto : gerakan dan graphein : gambar). Sekalipun bukan komik, buku ini dipenuhi dengan gambar di tiap halamannya. Selain itu gambar-gambar yang ada sangat mirip satu halaman dengan halaman yang lain, hanya ada perbedaan kecil pada tiap-tiap halaman.

  Cara membaca buku ini juga unik. Pertama buku dipegang, lalu halamannya dibalik secepat mungkin. Dan tampaklah ada keajaiban, gambar-gambar di buku tersebut bergerak! Buku semacam ini kemudian dikenal sebagai Flipperbook (buku yang dibalik halamannya secara cepat).

  Flipperbook merupakan perkembangan dari thaumatrope. Dengan menggunakan prinsip persistence of vision, gambar ditampilkan bergantian secara cepat sehingga otak menerima gambar secara tumpang tindih. Jika masing-masing gambar hanya memiliki sedikit perbedaan, akibatnya gambar terlihat seolah-olah bergerak. Perbedaan dengan thaumatrope adalah jumlah gambar yang digunakan. Thaumatrope hanya menggunakan 2 gambar sedangkan flipperbook menggunakan sangat banyak gambar.

  Dibandingkan dengan phenakistiscope dan zoetrope sekalipun, flipperbook masih memiliki kelebihan. Jumlah gambarnya jauh lebih banyak dan durasi penampilannya jauh lebih lama. Selain itu kita juga bisa membuat flipperbook sendiri. Mungkin ada di antara kita yang suka membuat gambar di sudut buku pelajaran......


membuat flipperbook sederhana

   Flipperbook merupakan dasar pembuatan animasi. Dengan menggunakan flipperbook kita bisa membuat gambar bergerak yang cukup bagus. Hingga kini animator biasanya menggunakan flipperbook untuk menguji gerakan yang digambar sebelum dipindah ke film.

Cara memegang flip book
   Memang ada apa dengan cara memegang flip book? Ternyata cara memegang flip book telah menjadi perdebatan di antara animator selama beberapa puluh tahun!

    Hal ini disebabkan secara resmi ada 2 macam cara menjilid flipperbook untuk pembuatan animasi yaitu jilid di sisi atas dan jilid di sisi bawah.


cara jilid flip book sisi kiri : jilid di atas, kanan : jilid di bawah

   Animator Disney & Pixar (sebagai penerus Disney) menerapkan cara jilid di bawah. Dengan cara pegang ini kita bisa menggunakan 5 jari untuk memeriksa gerakan yang digambar.
   Menurut Frank Thomas (salah seorang sesepuh Disney) dengan cara ini kita bisa membalik-balik gambar sambil terus menggambar sehingga pekerjaan kita akan lebih mudah. Cara ini dianggap merupakan cara yang lebih canggih untuk membuat flip book.


cara membuka dengan jilid di bawah

   Animator dari kubu Warner Brothers menggunakan cara jilid di atas. Menurut Ken Harris cara yang lebih beradab adalah dengan jilid di atas. Menurutnya cara jilid di bawah hanya digunakan oleh cameraman yang malas membuka lembar demi lembar gambar yang harus dipotret untuk membuat animasi. Ken Harris bahkan membuat perumpamaan bahwa menjilid flip book di sisi atas lebih sopan dibanding dengan menjilid di bawah, seperti seseorang yang menyodorkan kotak cerutu.


cara membuka dengan jilid di atas

menyodorkan kotak cerutu sebagai cara memegang flip book

  Yah, tampaknya kita tidak usah ikut-ikut berkelahi gara-gara cara memegang flipperbook deh... yang penting kita bisa menggunakan flipperbook untuk membuat animasi. Sampai ketemu lagi!





Selasa, 10 Juni 2014

Fantasmagorie

   Setahun setelah penayangan HPOFF, di Prancisditayangkan juga film yang mirip dengan judul Fantasmagorie. Film ini dibuat oleh Emile Cohl dan dirilis pada tahun 1908.

   Fantasmagorie dibuat dengan menggambar di kertas lalu diportret dan dibiarkan sebagai film negatif. Hasilnya adalah gambar yang seolah-olah dibuat dengan menggunakan kapur di papan tulis.


f
antasmagorie

   Keunikan dari Fantasmagorie adalah alur ceritanya yang mengalir dan menampilkan perubahan bentuk terus-menerus. Dari gajah menjadi rumah dan seterusnya.

   Fantasmagorie menyampaikan satu pesan yang menjadi dasar pembuatan efek visual di masa kini yaitu : jangan membuat apa yang bisa direkam oleh kamera, namun buatlah sesuatu yang tidak bisa direkam oleh kamera. Atau buatlah karya yang di luar logika. Pesan ini sangat penting untuk menjaga kreatifitas artist pembuat animasi. Dalam animasi tidak terlalu perlu menggunakan logika, berkhayal sebebas mungkin!

   Fantasmagorie mengawali jaman film animasi.


Jumat, 06 Juni 2014

HPOFF

     Maaf, judul ini bukan salah tulis. HPOFF adalah singkatan dari Humorous Phases of Funny Faces. Film animasi pertama di dunia.

     Setelah Reynaud mempertunjukan seri Pantomime Lumeneuses, dan kemudian Lumiere bersaudara menciptakan cinematographe dan bioscope (bio : hidup, scopos : pemandangan), perkembangan film di akhir abad 19 sangat pesat.
      
     Di antara tokoh perfileman pada masa itu ikut pula Thomas Alva Edison. Nama seorang penemu yang tidak asing bagi kita. Dia terkenal sebagai penemu lampu listrik dan pendiri perusahaan yang kemudian menjadi General Electric. Ternyata Edison juga memiliki minat pada pembuatan gambar bergerak.

     Dalam bidang pembuatan gambar bergerak, Edison menciptakan kinetoscope (kineto : gerakan, scopos : pemandangan). Alat ini mirip zoetrope jadi cara menyaksikannya dengan cara mengintip. Bedanya adalah gambar sudah diletakkan pada pita sehingga waktu pertunjukan lebih lama. Selain itu kinotoscope juga sudah menggunakan tabung bergerigi seperti yang digunakan oleh Reynaud sehingga kemungkinan pita tergelincir lebih rendah.

kinetoscope

    Suatu ketika Edison bertemu dengan James Stuart Blackton, seorang ilustrator dari koran New York Evening World. Mereka kemudian bekerja sama membuat serangkaian foto dari gambar karya Blackton. Blackton menggambar di papan tulis menggunakan kapur, lalu gambar tersebut dipotret. Gambar dihapus sebagian, lalu diubah sedikit, dipotret lagi dan seterusnya hingga terkumpul sekitar 3000 gambar!

    Kumpulan gambar-gambar ini disatukan menjadi sebuah film yang diberi judul Humorous Phases of Funny Faces. Judul ini sendiri terasa merupakan permainan kata-kata.... Coba ucapkan dengan cepat, pasti mengalami kesulitan karena bunyi yang mirip. Karena itu agar mudah menyebutnya, maka biasanya singkatannya yang digunakan. Jadilah nama HPOFF.


Humorous Phases of Funny Faces

    HPOFF merupakan gabungan dari beberapa teknik. Pertama adalah cara gambarnya merupkan teknik film animasi seperti yang digunakan oleh Reynaud. Kedua teknik perekamannya menggunakan teknik fotografi. Ini berbeda dengan cara Lumiere merekam gerakan. Ketiga penayangannya menggunakan cara Lumiere. Namun sebagai film secara utuh HPOFF diakui sebagai film animasi. 

    HPOFF ditayangkan pada tanggal 6 April 1906. Kemudian HPOFF diakui sebagai film animasi pertama di dunia yang dipertunjukkan untuk umum.

   Sampai di sini dulu!