Selasa, 03 Juni 2014

Menuju Layar Lebar

   Setelah hampir 50 tahun berlalu, permainan yang menampilkan gambar bergerak telah berkembang. Mulai dari thaumatrope yang sangat sederhana hingga zoetrope yang antik. Jangan dilupakan juga zoopraxiscope karya Eadweard Muybridge dan penemuan fotografi.

   Pada 1877, seorang seniman pembuat pita gambar zoetrope menciptakan alat baru yang merupakan gabungan dari zoetrope dengan magic lantern. Emile Reynaud dari Prancis memperkenalkan Praxinoscope ( praxis : tindakan/aksi, scopos : pemandangan).


praxinoscope


cara kerja praxinoscope

   Zoetrope memang bisa digunakan oleh beberapa orang sekaligus. Namun kekurangan zoetrope adalah pengamat harus mengintip dari celah pengamat. Cara yang kurang nyaman. Praxinoscope memungkinkan pengamat untuk melihat gambar bergerak di dinding tanpa mengintip. Jadi mirip dengan thaumatrope yang dipasang pada magic lantern, hanya kali ini gambar yang digunakan bisa lebih banyak.

   Praxonoscope mengawali pertunjukan gambar bergerak yang dapat disaksikan oleh banyak orang sekaligus. 

  Sampai besok lagi!!

Senin, 02 Juni 2014

Zoetrope

   Setelah penciptaan Phenakistiscope dan Zoopraxiscope, penemuan berikutnya dalam bidang gambar bergerak adalah Zoetrope. Zoetrope ( yunani Zoe : hidup dan tropos : memutar/roda ) merupakan bentuk perbaikan dari phenakistiscope. Phenakistiscope hanya bisa dimainkan oleh satu orang, sedangkan zoetrope bisa dimainkan oleh beberapa orang sekaligus.

   Zoetrope diciptakan oleh William George Horner pada tahun 1833 dan mulai dipasarkan sekitar tahun 1834. Nama lain zoetrope adalah Daedaleum.


   Bentuk zoetrope adalah sebuah tabung yang dapat diputar baik dengan menggunakan tangan maupun secara mekanis dengan menggunakan rangkaian roda gigi sederhana. Pada dinding tabung tersebut terdapat celah-celah tegak seperti pada phenakistiscope. Sedangkan pada sisi dalam tabung terdapat rangkaian gambar seperti pada phenakistiscope. Pada beberapa jenis zoetrope yang berukuran besar, di tengah-tengah tabung dipasang cermin untuk memantulkan gambar yang ada pada sisi pengamat. Prinsipnya sama seperti phenakistiscope.



zoetrope

   Cara memainkan zoetrope sama saja dengan phenakistiscope, yaitu di putar. Yang menjadi kelebihan dari zoetrope adalah gambar yang ada bisa diganti-ganti. Karena tabung utamanya tidak perlu diganti, maka zoetrope menjadi mainan yang lebih mahal dibanding phenakistiscope. Zoetrope seringkali menjadi mainan dengan dekorasi dan hiasan yang rumit.

   Pada zoetrope gambar tidak disusun memutar seperti pada phenakistiscope, namun secara mendatar pada sehelai pita kertas. Susunan gambar ini memungkinkan seniman lebih mudah membuat rangkaian gambar dibanding dengan susunan memutar. Karena lebih mudah dibuat, maka jenis rangkaian gambar untuk zoetrope lebih banyak dibanding phenakistiscope. Zoetrope jugam memungkinkan penggunaan gambar yang lebih banyak dibanding phenakistiscope yaitu hingga lebih dari 32 gambar untuk satu pita. Jumlah gambar bisa lebih banyak pada zoetrope berukuran besar yang digerakkan dengan menggunakan mesin. Jenis ini biasanya dipasang di pasar malam dan tempat-tempat khusus.

   Zoetrope menjadi dasar kemunculan pertunjukan besar gambar bergerak. Sampai ketemu lagi!

Rabu, 28 Mei 2014

Eadweard Muybridge

   Hari ini kita berbicara mengenai Eadweard Muybridge. Dia adalah seorang tokoh penting dalam bidang sinematografi dan animasi. 

   Eadweard Muybridge adalah seorang fotografer Amerika kelahiran Inggris. Awalnya dia adalah seorang pedagang buku. Namun akibat suatu kecelakaan dalam perjalanan, akhirnya dia beralih profesi menjadi seorang fotografer.

  Pada tahun 1872, Eadweard Muybridge mulai menyusun serangkaian foto unik mengenai gerakan kuda. Karya ini diawali dari perdebatan di antara para pelukis. Isi perdebatan itu adalah apakah keempat kaki kuda melayang pada saat melompat dan berderap atau tidak.


Pose kuda pada karya lukis naturalis. Selalu ada kaki yang menapak di tanah

   Untuk mengakhiri perdebatan ini Muybridge membuat serangkaian foto kuda yang sedang berderap dan melompat. Rangkaian foto ini dijuluki "Sallie Gardner saat berderap" berdasar nam kuda yang difoto.

   Untuk membuat rangkaian foto ini Muybride memasang petak-petak/grid pada dinding sebagai latar belakang. Fungsi dari grid ini adalah sebagai garis ukur penanda posisi. Lalu Muybridge memasang sejumlah kamera foto di depan dinding tersebut. Di masa awal Muybride menggunakan benang yang jika putus akan memicu kamera untuk memotret. Benang tersebut putus pada saat dilewati kuda. Di kemudian hari Muybride menggunakan kamera yang diatur dengan menggunakan pengatur waktu.


Lapangan yang digunakan Muybride untuk merekam gerakan kuda

   Dengan menggunakan 12 kamera Muybride mendapatkan 12 gambar kuda yang berderap pada posisi yang berlainan berdasar waktu. 


Gambar hasil pemotretan kuda

   Setelah rangkaian gambar jadi, gambar ditayangkan dengan menggunakan Phenakistiscope. Muybride juga menciptakan alat khusus yang menggabungkan phenakistiscope dengan magic lantern yang kemudian disebut zoopraxiscope. Jadi bentuk zoopraxiscope adalah magic lantern namun gambar yang ditampilkan ditempatkan pada sekeping cakram yang dapat diputar seperti phenakistiscope. Hasilnya adalah gambar yang bergerak dan dapat dilihat bersama-sama di dinding ruangan.

   Kumpulan foto karya Muybridge diterbitkan sebagai buku dengan judul "Animal in Motion" pada tahun 1882. Kemudian Muybridge juga menerbitkan buku keduanya "Human Figure in Motion". Sekalipun kedua buku ini sudah berumur hampir 200 tahun, namun bagi animator kedua buku ini masih tetap digunakan sebagai panduan pembuatan animasi. Setiap animator wajib memilikinya.

   Sebagai tambahan kecil : Wachowski bersaudara menggunakan teknik yang sama dengan Muybridge untuk membuat film "The Matrix". Wachowski bersaudara menggunakan 120 kamera foto yang dioperasikan dengan menggunakan komputer untuk merekam gerakan aktor pada satu saat. Hasilnya adalah "freeze time", gerakan yang dibekukan sementara kamera tetap bergerak.

   Oke, kali ini cukup panjang.... cukup melelahkan... Sampai ketemu lagi! 

Selasa, 27 Mei 2014

Lahirnya Fotografi

   Abad 19 merupakan jaman kelahiran bagi teknologi pembuatan gambar dan gambar bergerak. Setelah kemunculan Thaumatrope dan Phenakistiscope, penemuan selanjutnya adalah alat merekam pemandangan yang hidup. Dengan merekam pantulan sinar pada sebuah plat perak, pemandangan dapat direkam persis seperti aslinya, bukan lagi gambar salinan seperti pada saat menggunakan camera obscura

   Sekitar tahun 1822 Nicephore Niepce dari Prancis menciptakan Heliografi, suatu alat yang dapat merekam sinar yang mengenainya. Alat ini menggunakan lapisan aspal alam khusus pada sekeping papan logam untuk menahan sinar dan mengubahnya menjadi pahatan.
   Meskipun tidak seindah lukisan yang dibuat oleh pelukis kelas dunia, namun hasil yang di dapat adalah rekaman dari kenyataan. Tidak ada bagian yang direkayasa seperti pada lukisan. Ini yang menjadi nilai tambah dari heliografi.


gambar tertua hasil heliografi yang berhasil diselamatkan

   Karya Nicephore Niepce dilanjutkan oleh Louis Daguerre yang menciptakan Daguerreotype. Daguerreotype mirip dengan heliografi, namun menggunakan bahan yang lebih peka terhadap cahaya. Daguerre menggunakan lapisan garam perak untuk menangkap cahaya. Hasil gambar Daguerreotype lebih nyata dibanding heliografi. 


gambar awal hasil penggunaan daguerreotype; bandingkan kualitas gambar yang dihasilkan

   Daguerreotype selanjutnya disempurnakan lagi oleh Henry Fox Talbot menjadi Calotype. Calotype merupakan awal dari fotografi modern.

    Setelah penemuan calotype, kita akan bertemu dengan seorang tokoh penting dalam dunia animasi dan fil, : Eadweard Muybridge. Siapa dia? Tunggu di pertemuan selanjutnya! Bye!







Senin, 26 Mei 2014

Phenakistiscope

   Lama tidak bertemu... sudah membuat berapa thaumatrope? Ada ide cerita untuk thaumatrope?

   Setelah penciptaan thaumatrope, jaman gambar bergerak dimulai. Di antara pengembangan gambar bergerak adalah penggabungan magic lantern dengan thaumatrope yang menghasilkan pertunjukan yang lebih menarik. Kalau magic lantern hanya menampilkan slide gambar diam, dengan menggunakan thaumatrope yang ditampilkan menjadi gambar bergerak sederhana.

   Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1829, 5 tahun setelah kemunculan thaumatrope. Joseph Plateau, seorang ilmuwan Belgia menciptakan sebuah permainan baru bernama Phenakistiscope atau kadang disebut juga sebagai Phenakistoscope. Phenakistiscope berasal dari kata Yunani "Phenakizein" yang berarti "menipu/mengakali" dan "Scophe" yang berarti "benda".

   Bentuk phenakistiscope adalah sebuah cakram dengan gambar berkeliling. Di sela-sela tiap gambar terdapat celah. Gambar-gambar pada cakram tersebut memiliki sedikit perbedaan satu dengan yang lain. Cakram tersebut dipasang pada sebuah poros. Cara memainkannya adalah dengan menghadapkan cakram pada cermin, lalu diputar dengan cepat.





Ini adalah contoh sebuah cakram phenakistiscope 



Contoh cara membuat phenakistiscope.


  Sama seperti di pertemuan yang lalu, silakan mencoba membuat sendiri mainan ini. Sampai ketemu lagi!

Rabu, 21 Mei 2014

Thaumatrope

   Setelah melalui masa prasejarah animasi di sekitar tahun 1600 B.C dan masa-masa kebudayaan Yunani, perjalanan sejarah animasi terhenti selama sekian ratus tahun.....Melewati jaman kegelapan, melintasi masa pencerahan dan tibalah di abad 19.

   Pada sekitar tahun 1824 seorang yang bernama John Ayrton Paris memperkenalkan sebuah mainan unik. Mainan itu disebut "Thaumatrope" yang berasal dari kata Thauma : ajaib dan Tropos : berganti arah hadap. Setahun kemudian Peter Mark Roget memberikan penjelasan mengenai Persistence of Vision dengan menggunakan Thaumatrope.

  Bentuk asli thaumatrope adalah sekeping kaca yang kedua sisinya diberi gambar yang berbeda. Di sisi kepingan kaca tersebut dipasang tali karet untuk memegang. Biasanya thaumatrope memiliki cerita sederhana yang dapat disampaikan dengan 2 gambar berbeda. Misal : seorang yang sedang tidur mendengkur mulutnya dimasuki oleh seekor tikus, seekor burung yang lepas dari sangkarnya lalu kita diminta menangkap dan lain sebagainya. Cara memainkannya adalah dengan memilin tali karet hingga tegang, lalu melepasnya dengan cepat. Akibat puntiran dari tali karet, kedua sisi akan ditampilkan bergantian secara cepat. Dan karena adanya persistence of vision, maka kedua gambar akan tampak menyatu.



   Berikut ini video mengenai thaumatrope. Silakan menyaksikan dan mencoba membuat sendiri!



Salam!

Senin, 19 Mei 2014

Kamera Obscura

   Hai, apa kabar? Semoga tidak mengalami penyakit hari Senin haha!

   Hari ini kita akan membahas mengenai kamera obscura. Bagaimanapun animasi adalah bagian dari film. Dan film pasti menggunakan kamera. Karena itu pembahasan mengenai kamera sangat berkaitan dengan animasi.

   Oke, kamera obscura adalah jenis kamera paling tua. Catatan tertua mengenai kamera obscura berasal dari murid-murid Aristoteles di sekitar tahun 470 - 390 B.C. Kamera obscura berarti "kamar gelap" ( latin Camera : ruangan tertutup dan Obscura : gelap ). Arti yang sangat sederhana, tidak sekeren istilah yang digunakan haha... Jadi paling tidak kita tahu bahwa kamera berari kamar ( mungkin istilah kamar juga berasal dari kata "kamera" ).

   Kamera obscura disebut juga "kamera lubang jarum". Istilah ini menjelaskan prinsip kerja kamera obscura.



  Dari gambar terlihat cahaya masuk ke dalam kotak gelap melalui lubang yang sangat kecil ( sebesar lubang jarum ). Sinar tersebut mengenai kertas atau cermin yang ada di ujung kotak. Di atasnya sang seniman meletakkan sehelai kertas untuk menjiplak ( tracing ) gambar yang terlihat.
   Alat ini merupakan alat generasi awal yang digunakan untuk belajar melukis foto dan menggambar perspektif. Jika ada waktu, sebaiknya mencoba membuat sendiri untuk berlatih. 

  Sekalipun sangat sederhana, alat ini merupakan nenek moyang kamera dan proyektor modern.

Oke, sampai sini dulu!